Home
/
Digilife

Judol Masih Marak, 1,3 Juta Konten Diblokir Kominfo

Judol Masih Marak, 1,3 Juta Konten  Diblokir Kominfo

Aisyah Banowati07 May 2025
Bagikan :

Uzone.id – Perjudian online masih jadi masalah serius di Tanah Air. Bukan hanya itu saja, lonjakan masif konten negatif di ruang digital Indonesia juga terus menjadi bayang-bayang ancaman keamanan siber nasional. 

Komdigi mencatat, sepanjang 20 Oktober 2024 hingga 23 April 2025, telah menangani lebih dari 1,3 juta konten perjudian online yang terdiri dari 1.192.000 situs judi dan 127.000 konten di media sosial.

“Angka-angka ini mencerminkan ancaman nyata di ruang digital yang mengganggu keamanan dan ketertiban nasional,” ungkap Meutya Hafid.



Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar menyebut jika judi online adalah salah satu sumber kemiskinan rentan baru.

Adapun data dari Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) menyebutkan jika perputaran dana judi online di Indonesia mencapai Rp1.200 triliun pada 2025. 

Berbagai ancaman di ruang digital terus berkembang pesat dan memaksa negara untuk bertindak cepat dan tegas.

Menanggapi tantangan tersebut, Komdigi memperkuat pengawasan serta penegakan hukum digital melalui sinergi strategis dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Sebelumnya, komdigi juga telah meluncurkan berbagai langkah strategis, termasuk Sistem Kepatuhan Moderasi Konten (SAMAN).

SAMAN adalah sebuah kebijakan yang mewajibkan platform digital menindaklanjuti konten berisiko tinggi dalam waktu 4 jam dan konten negatif lainnya dalam 24 jam.




Selain itu, Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak di Ruang Digital (PP Tunas) juga telah diterbitkan untuk memperkuat perlindungan anak di internet.

“Komdigi menegaskan bahwa pembangunan ruang digital yang sehat dan aman bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen bangsa,” ujar Meutya.

Anggota III BPK RI, Akhsanul Khaq, mengapresiasi langkah progresif Kemkomdigi. “Kami melihat rencana aksi yang telah disusun Komdigi menunjukkan komitmen kuat dalam menindaklanjuti hasil pemeriksaan,” ujarnya.

Akhsanul mencatat bahwa hingga saat ini, Komdigi telah menindaklanjuti 82,2 persen rekomendasi BPK, jauh di atas rata-rata nasional sebesar 75 persen. Ia juga memberikan apresiasi atas kinerja Komdigi yang dinilai progresif.

Akhsanul menyoroti pula penyelesaian kerugian negara yang menunjukkan kemajuan signifikan, sembari mendorong agar sisa kasus yang belum tuntas segera ditindaklanjuti. 

“Kami menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang solid dari jajaran Komdigi selama pemeriksaan semester II tahun 2024. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut demi memperkuat ketahanan digital bangsa."


populerRelated Article