Sederet Kontroversi Bukalapak Selama Dipimpin Achmad Zaky
Achmad Zaky. (Foto: Instagram Achmad Zaky @achmadzaky)
Berdasarkan blog resmi perusahaan, Zaky disebut bakal memangku peran co-founder dan penasihat Bukalapak. Ia juga akan menjadi ketua yayasan yang segera ia dirikan.
Salah satu pendiri Bukalapak itu sudah memimpin Bukalapak selama 10 tahun. Dalam periode tersebut, ada banyak prestasi sekaligus kontroversi yang telah Zaky torehkan. Berikut deretan kontroversi Bukalapak selama dipimpin Zaky.
Baca juga: Mengenal Rachmat Kaimuddin, CEO Baru Bukalapak
Heboh cuitan soal presiden baru
Ya! Pada Februari 2019, jagat Twitter sempat ramai, karena cuitan Zaky. Ketika itu, masyarakat Indonesia sedang bersiap menyambut Pemilihan Presiden 2019.
Pada 13 Februari 2019, Zaky menulis begini di Twitter-nya:
“Omong kosong industry 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD)
- US 511B
- China 451B
- Jepang 165B
- Jerman 118B
- Korea 91B
- Taiwan 33B
- Australia 23B
- Malaysia 10B
- Spore 10B
- Indonesia 2B
Mudah2an presiden baru bisa naikin.”
Cuitan tersebut mengundang banyak komentar warganet. Sampai-sampai, muncul tanda pagar (tagar) #uninstallbukalapak hingga #dukungbukalapak.
Karena polemik tersebut, Presiden Joko Widodo meminta semua pihak untuk menghentikan ajakan #uninstallbukalapak. Hal tersebut untuk mendorong anak muda berinovasi dan berkreasi untuk meraih kemajuan.
Baca juga: Fakta Achmad Zaky, Dari Tukang Mie Hingga Bangun Bukalapak
Aplikasi Bukalapak hilang dari Google Playstore
Mengutip Tempo.co, pada Kamis (19/9), aplikasi Bukalapak sempat hilang dari Google Playstore. Yang ada hanya Mitra Bukalapak, aplikasi yang dipakai untuk para penjual.
Sementra itu, Bukalapak tetap bisa diakses di Apple App Store. Warganet sempat membicarakan hal ini di Twitter.
Ketika itu, Intan Wibisono, Head of Corporate Communications Bukalapak, meminta maaf dan menjelaskan bahwa hal tersebut tidak memengaruhi kegiatan jual beli.
PHK karyawan
Di bulan yang sama dengan insiden aplikasi raib di Google Playstore, Bukalapak kembali menjadi bahan pembicaraan.
Bukalapak telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada beberapa karyawan. Hal itu dilakukan demi bisa bertahan dalam persaingan bisnis e-commerce. Dari total 2500 karyawan, ada sekitar 10% karyawan yang dirumahkan.
Rudiantara yang ketika itu masih menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) mengomentari hal itu wajar terjadi dalam dinamika startup yang begitu cepat.